Logo 2 (1)
JELANG AKHIR TAHUN: Sejumlah Berita yang Tercecer

Kunjungan ke Sanggar Wicara

Menjelang tutup tahun 2025, GCKI telah menjalankan bedrbagai kegiatan yang beberapa di antaranya belum sempat terpublikasi di situs web ini. Pada awal Juni, misalnya, tepatnya pada tanggal 10, GCKI melakukan kunjungan dan kegiatan berbagi inspirasi kepada sekitar 50 anak disabilitas khusus wicara di Sanggar Wicara, Sasak Panjang, Kabupaten Bogor. Kunjungan dipimpin langsung Ketua Umum GCKI Ellys Lestari Pambayun, didampingi Tim Manajemen serta Tim Konsultasi dan Advokasi GCKI.

Sanggar pimpinan Euis Huzaizah di bawah binaan Dinas Sosial Kab. Bogor ini telah menjadi ruang belajar dan tempat terapi alternatif bagi anak-anak berkebutuhan komunikasi khusus. Pada kegiatan kali ini, selain berbagai permainan, juga ada sesi diskusi antara tim GCKI, orang tua siswa, serta para pengajar. Berbagai tantangan dan harapan untuk pendidikan dan perkembangan anak-anak disabilitas wicara ini dibahas secara terbuka.

"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan dari GCKI. Anak-anak sangat senang dan kami para pendidik juga mendapatkan tambahan wawasan yang sangat membangun," ujar Euis sang pimpinan.

Yun, salah seorang guru di sanggar, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. "Dukungan seperti ini penting untuk meningkatkan semangat kami sebagai pengajar. Anak-anak sangat membutuhkan pendekatan yang kreatif dan penuh kasih seperti yang dilakukan GCKI," sebutnya.

Ekspedisi ke Pulau Pari

Sedianya kami bertadabur alam ke Pulau Bidadari, 23/24 Agustus 2025. Namun takdir akhirnya membawa kami mendarat di Pulau Pari. Ini rangkaian tur dan ekspedisi dari GCKI bagian keempat. Sebelumnya kami telah menempuh perjalanan serupa ke Baduy dua kali (Baduy Dalam dan Baduy Luar tahun 2024) dan ke Untung Jawa ( 2024) satu kali.

Pada edisi keempat ini kami cuma berangkat berenam yang terdiri dari para Pengurus GCKI. Mungkin karena persiapan yang mepet, sehingga sedikit peserta yang turut serta. Namun hal ini justru jadi hikmah tersendiri. Dari Pulau Pari ini terlahir beberapa agenda penting: Pelatihan Pencegahan Bullying di sekolah2, GCKI goes to Campus, Penguatan Kerjasama Antarlembaga dan ide untuk mendirikan Sekolah (Mahasiswa) Cerdas Komunikasi Indonesia.

Di atas hamparan lansekap Pantai Pasir Perawan, dua tenda didirikan. Sayang jumlah penghuninya tidak seimbang. Satu tenda diisi empat perempuan, satu tenda lagi hanya dihuni dua laki-laki. Mungkin perlu ditambah satu tenda lagi dengan kapasitas empat penghuni bila hendak melancong dengan mode berkemah.

Tidak banyak acara yang dapat kami laksanakan sebagaimana yang diagendakan, di antaranya taddabuelr alam, terapi dan healing melalui air laut, membersihkan kamar mandi/ toilet umum, dan wawancara dengan pedagang/ penduduk P.Pari tentang kehidupan komunitas mereka ( sebagai data riset selanjutnya).

Tetapi alhamdulillah setidaknya ada oleh-oleh yang bisa kami dapatkan. Selain ilmu berkemah dan snorkeling, kami juga jadi bersemangat untuk terus memajukan GCKI. Salah satunya ya tadi, mudah-mudahan kami sanggup mendirikan Sekolah GCKI.

Mohon doa dan support dari semua pihak atas rencana dan langkah-langkah kami ke depannya. Bagi yang bersedia untuk bergabung pada kegiatan GCKI, silakan hubungi: @Sekretaris GCKI dan @GCKI Official

Terimakasih atas atensi dan kerja sama tim serta support system di sini.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *