Logo 2 (1)
Pelatihan Karakter Kebangsaan melalui Platform Digital di SMP Muhammadiyah Pabuaran: Membangun Generasi Muda Berakhlak dan Berjiwa Nasionalis

Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat karakter generasi muda, SMP Muhammadiyah Pabuaran, Kabupaten Bogor, telah menyelenggarakan sebuah program inovatif bertajuk "Pelatihan Karakter Kebangsaan Melalui Penggunaan Platform Digital". Kegiatan ini berlangsung selama satu semester, dimulai dari bulan Juli hingga Oktober 2025, dan diikuti oleh sekitar 20 siswa yang terdiri dari gabungan kelas 1, 2, dan 3.

Pelatihan ini menjadi sangat relevan di tengah arus globalisasi dan era digital yang begitu cepat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pelatihan ini tidak hanya bertujuan menyampaikan materi secara efisien, tetapi juga mendekatkan peserta pada pendekatan pembelajaran yang interaktif dan sesuai zaman. Di balik penyelenggaraan kegiatan ini, terdapat kerja sama yang sinergis antara pihak sekolah dengan Tim Multimedia dari Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia (GCKI).

Para pengajar dalam pelatihan ini adalah para profesional muda yang memiliki dedikasi tinggi dalam pendidikan karakter. Mereka adalah Ghaly Ihsan Fauzi, S.Sos., Muhammad Rafi, S.Sos., Raden Heri Arya, dan Hassa Yanura Khairina, S.Pd. Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman dalam bidang komunikasi, sosial, dan pendidikan, keempatnya membawakan materi dengan pendekatan yang menyenangkan namun tetap mengedepankan esensi nilai-nilai kebangsaan.

Membangun Karakter lewat Platform Digital

Pelatihan ini dirancang dengan metode blended learning, menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring melalui berbagai platform digital. Melalui video interaktif, kuis digital, diskusi kelompok daring, hingga simulasi nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari, siswa diajak untuk tidak hanya memahami, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, toleransi, tanggung jawab, integritas, dan gotong royong.

“Platform digital justru memberi ruang kreativitas lebih besar bagi siswa untuk memahami konsep-konsep karakter melalui cara yang menyenangkan dan kontekstual,” ujar Ghaly Ihsan Fauzi, salah satu pengajar dari GCKI.

Karakter sebagai Pilar Bangsa

Dalam setiap sesi, para siswa tidak hanya diajarkan teori mengenai kebangsaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan merefleksikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan berfokus pada pembentukan kepribadian bangsa dan penguatan moralitas etik serta akhlakul karimah. Hal ini menjadi fondasi penting agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Muhammad Rafi, S. Sos., menambahkan, “Kami ingin menanamkan bahwa karakter kebangsaan bukan hanya soal nasionalisme dalam bentuk simbolik, tapi tentang bagaimana siswa mampu membawa nilai-nilai moral dalam perilaku mereka, baik di sekolah, rumah, maupun dalam pergaulan digital.”

Antusiasme dan Dampak

Meskipun jumlah peserta terbatas, semangat yang ditunjukkan para siswa dalam mengikuti pelatihan ini sangat tinggi. Mereka antusias mengikuti setiap sesi, aktif dalam diskusi, dan menunjukkan perubahan positif dalam cara berpikir serta bersikap. Salah satu siswa kelas 2, Rizky, menyampaikan, “Saya jadi lebih paham kenapa penting punya rasa cinta tanah air dan bagaimana bersikap baik ke teman, bahkan saat berinteraksi di media sosial.”

Dampak dari pelatihan ini mulai terlihat dari sikap siswa yang lebih reflektif dan memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi. Selain itu, guru-guru di SMP Muhammadiyah Pabuaran juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa terus dilanjutkan di masa mendatang dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Penutup

Pelatihan Karakter Kebangsaan melalui platform digital di SMP Muhammadiyah Pabuaran membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dilakukan secara adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan dukungan tim profesional dari GCKI serta semangat para siswa dan guru, program ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral dan berjiwa nasionalis.***

Penulis: Ellys Lestari Pambayun/Editor: Bahtiar Heraudie/Fotografi: Ghaly Ihsan Fauzi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *