Suasana hangat dan penuh keceriaan terasa di Masjid Fajar Baitullah, Komplek LIPI 1 atau Puri Citayam Permai 1, Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, selama pelaksanaan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 anak dengan rentang usia setara PAUD hingga Sekolah Dasar, yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang diselenggarakan.
Sanlat ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM (Kuliah Khidmat Masyarakat) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta, yang didukung oleh Yayasan GCKI (Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia), serta difasilitasi oleh DKM Masjid dan Guru PAUD Fajar Baitullah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun pendidikan keagamaan anak sejak usia dini dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.

Selama pelaksanaan sanlat, para peserta tidak hanya diajarkan teori keislaman, tetapi juga diajak untuk belajar melalui aktivitas yang kreatif dan aplikatif. Materi yang diberikan meliputi pembelajaran menggambar, kisah-kisah dalam sirah nabawiyah, praktik sholat, pemahaman tentang puasa, serta berbagai ibadah harian lainnya. Metode pembelajaran yang santai namun tetap terarah membuat anak-anak lebih mudah memahami dan menyerap nilai-nilai yang disampaikan.
Kegiatan ini semakin semarak dengan adanya sesi interaktif dan permainan edukatif yang dirancang untuk menjaga semangat belajar anak-anak. Para pengajar berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan, sehingga peserta dapat merasa nyaman dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan.

Acara puncak dari sanlat ini ditutup dengan lomba menggambar yang diikuti oleh seluruh peserta. Melalui lomba ini, anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan pemahaman dan imajinasi mereka tentang nilai-nilai Ramadhan dalam bentuk visual. Hasil karya mereka menunjukkan kreativitas yang luar biasa sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran yang menyenangkan mampu menghasilkan dampak yang positif.
Ketua Yayasan GCKI, Ellys Lestari Pambayun, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program sanlat seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Ia juga berkomitmen agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap bulan Ramadhan.
Di sisi lain, peran mahasiswa KKM sebagai penggerak utama kegiatan ini juga patut diapresiasi. Dua di antaranya, Zaid Faqihudin dan Anggana Khair, menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan sanlat ini. Dengan semangat pengabdian kepada masyarakat, mereka berhasil menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar.

Kegiatan sanlat ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan oleh GCKI bekerja sama dengan pihak masjid. Meski baru pertama kali, pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari orang tua maupun lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa, lembaga sosial, dan masyarakat mampu menciptakan program edukatif yang berdampak nyata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat tertanam sejak dini dalam diri anak-anak, serta menjadi bekal dalam kehidupan mereka ke depan. Sanlat Ramadhan 1447 H di Masjid Fajar Baitullah bukan hanya sekadar kegiatan musiman, tetapi juga langkah awal dalam membangun tradisi pendidikan Islam yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
