Logo 2 (1)
MENENGOK DOMINASI ETNIK DAN DINAMIKA SOSIAL, MAHASISWA KPI PTIQ JAKARTA GELAR PENDAMPINGAN PENELITIAN LAPANGAN DI PANTAI INDAH KAPUK

JAKARTA – Teori-teori komunikasi dan sosiologi tidak lagi sekadar menjadi barisan teks di dalam ruang kelas bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 6 A, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas PTIQ Jakarta. Pada Jumat, 22 Mei 2026, mereka membuktikannya secara langsung dengan turun ke lapangan, melakukan kegiatan pendampingan penelitian intensif di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Jakarta Utara.

Kawasan PIK 1 dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi modern yang sangat dinamis, di mana kultur dan etnik Tionghoa (China) mendominasi sektor industri serta roda perekonomian lokal. Fenomena ini menjadikan PIK 1 sebagai laboratorium sosial yang sangat kaya dan menarik untuk dibedah dari berbagai sudut pandang ilmiah.

Menembus Sekat Realitas Lapangan

Dipimpin langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Ellys Lestari Pambayun, M.Si., tim peneliti muda yang terdiri dari Anggana, Ilham Arifin, Fara, Nafisa, Ahmad Fauzan, Galih, Nabila, serta rekan-rekan seangkatan lainnya, terlibat penuh dalam seluruh proses observasi dan pengumpulan data. Penelitian ini memfokuskan bidikan pada beberapa isu krusial yang kerap menyelimuti kawasan urban multikultural, di antaranya:

  • Kesenjangan sosial & ekonomi, dengan mengamati kontras kehidupan ekonomi di dalam kawasan elite dengan wilayah penyangga di sekitarnya.
  • Komunikasi antarbudaya & stereotip, untuk membedah bagaimana pola interaksi sehari-hari warga setempat memecah atau justru memperkuat stereotip etnik tertentu.
  • Konflik antar-etnik & kebijakan pemerintah, untuk menganalisis efektivitas regulasi lokal dalam menjaga stabilitas dan harmonisasi sosial.
  • Kehidupan spiritual dan keagamaan, yaitu menilik bagaimana ruang-ruang sakral dan aktivitas keagamaan bertumbuh di tengah masifnya pusat hiburan dan komersial.

"Kuliah yang asyik itu adalah ketika kita berani keluar dari zona nyaman kampus dan terjun langsung ke lapangan. Di sini, kami mendapatkan pengalaman yang sangat unik, menantang, dan pastinya nyata," ungkap Alya salah satu anggota tim peneliti di sela-sela wawancara informan.

BACA JUGA: Stereotip dan Prasangka dalam Komunikasi Lintas Budaya

Metodologi yang Beragam dan Komprehensif

Untuk mengupas tuntas realitas yang kompleks di PIK 1, tim peneliti KPI 6 A tidak hanya terpaku pada satu pendekatan. Mereka menerapkan metodologi yang beragam sesuai dengan fokus masalah masing-masing kelompok.

Beberapa kelompok memilih metode etnografi komunikasi untuk mengamati dialektika dan simbol komunikasi di ruang publik. Sementara yang lain menggunakan pendekatan fenomenologi dan studi kasus untuk menyelami pengalaman hidup mendalam dari para pekerja maupun warga lokal. Tidak sedikit pula yang memilih menggunakan mix method (metode campuran) guna mendapatkan data kuantitatif yang presisi sekaligus narasi kualitatif yang kaya.

Dr. Ellys Lestari Pambayun, M.Si., selaku pembimbing, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan ketajaman analisis para mahasiswanya. Menurutnya, pendampingan ini penting untuk memastikan bahwa metodologi yang digunakan di lapangan tetap berada pada koridor ilmiah yang valid.

"Melalui riset lapangan ini, mahasiswa belajar mengasah kepekaan sosial mereka. PIK 1 memberikan potret nyata tentang bagaimana ekonomi, budaya, dan spiritualitas saling berkelindan. Tugas saya adalah mengawal agar data yang mereka temukan dapat dianalisis secara objektif dan mendalam," ujar Ellys.

BACA JUGA: Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur

Menuju Output Jurnal Ilmiah

Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari ini tidak akan berhenti sebagai dokumentasi semata. Data-data mentah yang telah dikumpulkan oleh Anggana, Ilham, Fara, dan seluruh tim akan segera diolah dan disusun menjadi laporan tugas kuliah yang komprehensif.

Lebih dari sekadar pemenuhan nilai akademik, luaran (output) utama dari penelitian lapangan ini ditargetkan untuk ditembuskan ke dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada khazanah keilmuan komunikasi antarbudaya dan sosiologi perkotaan di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta mampu bersaing dalam ranah riset akademis yang berbobot.

BACA JUGA: PROSEDUR PENELITIAN LAPANGAN DENGAN PENDEKATAN KUALITATIF: SEBUAH KAJIAN METODOLOGIS

Penulis: Anggana

Foto: Nabila, Fara, Ilham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *