JAKARTA – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi tonggak sejarah baru bagi Masjid Al-Ikhlas Pantai Indah Kapuk (PIK). Masjid megah yang dibangun oleh Agung Sedayu Group ini sukses menyelenggarakan ibadah shalat Idul Adha serta pemotongan hewan kurban perdananya. Dalam kesempatan istimewa ini, Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia (GCKI) turut ambil bagian secara aktif, baik dalam pelaksanaan ibadah maupun proses pemotongan, dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat.
Rangkaian ibadah shalat Ied pertama di Masjid Al-Ikhlas PIK ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan KH. Dr. Jamil Abdul Wahab, M.Si. sebagai khatib. Dalam khutbahnya, peneliti dari BRIN tersebut menekankan pentingnya esensi pengorbanan, kepedulian sosial, serta membangun komunikasi yang sejuk dan cerdas antarsesama umat manusia demi terciptanya keharmonisan bangsa.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ikhlas PIK, Eka Agus, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin erat dengan berbagai pihak, termasuk GCKI. Menurutnya, sinergi ini sangat membantu kelancaran seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan shalat Ied hingga teknis pelaksanaan kurban di kawasan hunian dan bisnis PIK yang tergolong padat.
BACA JUGA: Kurban Sebagai Model Pemberdayaan Berkelanjutan di Tengah Ketimpangan Sosial
Support System dan Advokasi Masyarakat
Kehadiran GCKI dalam agenda ini dipimpin langsung oleh sang Ketua Umum, Dr. Ellys Lestari Pambayun, M.Si., bersama jajaran pengurus pusat. GCKI tidak hanya hadir sebagai undangan, tetapi menerjunkan tim khusus untuk memperkuat operasional pelaksanaan di lapangan.
"Kami di GCKI melihat bahwa kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum komunikasi sosial yang nyata. Kami hadir untuk memastikan pesan kepedulian ini tersampaikan dengan baik dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Dr. Ellys Lestari Pambayun.
Peran penting GCKI dalam menyukseskan acara ini digerakkan oleh tim yang solid, antara lain: Hassa Yanura Khairina (Wakil Ketua) dan Apriyanti yang bergerak sebagai support system utama dalam melakukan advokasi masyarakat, turun langsung menjaga pelaksanaan ibadah, memotong daging kurban, dan distribusi hewan kurban di kawasan PIK, dan warga sekitar; Rumaisha Adiba dari bagian Sekretariat yang mengawal dokumentasi; Neneng, Yudhistira, dan Bayu selaku relawan lapangan yang sigap memotong, menimbang, membungkus, dan turut mendistribusikan agar hewan tersalurkan engan tepat, kondusif, dan tertib.
BACA JUGA: Esensi Ibadah Kurban Sebagai Media Komunikasi Sosial dan Penguat Solidaritas Umat
Sasar 2.000 Mustahik di Kawasan PIK
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memastikan pemenuhan hak-hak para mustahik di sekitar kawasan Pantai Indah Kapuk. Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim DKM dan relawan GCKI, tercatat sekitar 2.000 paket daging kurban berhasil disalurkan.
Penerima manfaat atau mustahik ini mencakup warga pemukiman sekitar PIK yang membutuhkan, serta para pekerja lapangan, seperti petugas keamanan, petugas kebersihan, pengemudi ojek daring, dan buruh bangunan, yang sehari-hari beraktivitas memutar roda ekonomi di kawasan yang dibangun oleh Agung Sedayu Group tersebut.
Melalui manajemen komunikasi yang cerdas dan terstruktur, proses pemotongan hingga pembagian daging kurban berjalan sangat rapi tanpa menimbulkan antrean panjang yang berdesakan. Kegiatan perdana ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) bagi aksi-aksi sosial keagamaan Masjid Al-Ikhlas PIK dan GCKI di masa-masa yang akan datang.
BACA: Efektivitas Distribusi Daging Kurban Terhadap Keadilan Sosial Bagi Pekerja Sektor Informal
Penulis: Hassa Yanura Khairina
Foto: Rumaisha Adiba
